Sunday, January 8, 2012

Kisah Seorang Pengembara

                                                        Jihad amat penting sama juga mengembara
                                                              untuk mendapatkan pengalaman.....

  Ini merupakan suatu kisah seorang pengembara yang mana di pergi dsri satu kota ke kota yg lain ,
  dari satu negeri ke negeri yg lain . Pada suatu hari , tibalah dia di sebuah desa terdapat beberapa  
  tempat di desa itu dan dia melihat tanaman yg belum pernah dilihatnya sebelum ini. Tanaman itu 
  kecil dan pendek ,sementara buahnya berukuran besar seperti bola sepak dan menyentuh tanah.
  Ya, itu adalah buah tembikai. Kerana terlalu letih dia terus berjalan mencari pohon besar untuk 
  beristirehat. Sampailah dia di bawah sebuah pohon beringin yg sgt besar. Sebelum duduk dan 
  berbaring ,dia menatap pohon itu dengan hairan. "mengapa pohon sebesar ini sama sekali tidak 
  memiliki  buah yg besar ,sementara pohon yg kecil di sana tadi berbuah besar,"solnya pada diri
  sendiri . "tanaman 2 ini kelihatan sungguh aneh dan tidak diciptakan sebagaimana sepatutnya,"
  katanya lagi setengah memprotes."kalau saya yg menciptanya ,tentu saya akan membuat pohon 
  besar ini berbuah besar dan pohon kecil di sana berbuah kecil saja".


Setelah berkata begitu dia pon berbaring di bawah pohon beringin dan tidak lama kemudian dia tertidur .Di dala tidurnya dia bermimpi . Dia mendapati pohon besar yang tinggi menjulang itu
 memiliki buah yg sgt besar seperti yg dikhayalkan sebelumnya sambil memerhatikan pohon
itu ,tiba-tiba buahnya jatuh dari dahan yg tinggi dan dia tidak sempat mengelak . Buah besar dan
berat itu jatuh menghempap kepalanya dan membuatkannya tergamam seketika.

Dia berteriak lalu terjaga dn mendapati mata kirinya terasa agak sakit. Apabila saat menoleh ke kiri 
 dia terpandang ada benda bulat yg sgt kecil di sebelahnya lalu mengambilnya yg kelihatan seperti     
  buah . Rupanya benda inilah yg jatuh dari atas pohon dan mengenai mata kirinya , sungguh 
  bernasib baik pemuda itu kerana matanya tidak terluka. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
  Nasib baik buah itu tidak berbuah tembikai air. Dia tidak boleh bayangkan apa akan terjadi kalau 
 buah sebesar tebikai air jatuh dari dahan pohon beringin yg begitu tinggi , sudah tentu kepalanya
 betul2 pecah.

  Muncul penyesalan dalam dirinya kerana mempesoalkan ciptaan tanaman2 itu dan berfikir seolah-
  olah dia boleh menetapkan yg lebih baik dari itu. "Memang tidak elok untuk seorang hamba yg lemah seperti ini mempersoalkan ketetapan Sang Pencipta. ALLAH benar2 mengetahui rahsia ciptaan dan ketetapanNYA." Maka diapun berasa puas dengan peristiwa dan pengajaran yg diperoleh hari itu..



 Sekadar renungan kita bersama..semoga beroleh hidayah...amin
 cerita imi dipetik dari hasil nurkila Syed Alwi AlAtas


No comments:

Post a Comment